Temukan Cara Mencari Jurnal Scopus

Temukan Cara Mencari Jurnal Scopus

Temukan cara mencari jurnal Scopus yang tepat untuk publikasi ilmiah. Panduan praktis bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa pascasarjana Indonesia.

Publikasi yang ada di jurnal Scopus menjadi kebutuhan penting bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa pascasarjana di Indonesia.

Selain meningkatkan reputasi akademik, publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus juga mendukung akreditasi institusi pendidikan, kenaikan jabatan fungsional dosen, serta menjadi tolok ukur kualitas riset.

Namun, banyak akademisi yang masih kebingungan mengenai cara mencari jurnal Scopus yang sesuai dengan bidang penelitian mereka.

Artikel ini memberikan panduan praktis, teknis, dan berbasis data untuk membantu Anda menemukan jurnal Scopus yang relevan, kredibel, serta sesuai dengan standar publikasi ilmiah.

Mengapa Publikasi di Jurnal Scopus Penting?

Mengapa Publikasi di Jurnal Scopus Penting

Scopus adalah salah satu adanya basis data abstrak dan sitasi ilmiah terbesar di dunia yang dikelola oleh Elsevier. Saat ini, lebih dari 27.000 jurnal peer-reviewed dari berbagai disiplin ilmu telah terindeks Scopus.

Beberapa alasan mengapa publikasi yang ada di jurnal Scopus penting juga bagi para akademisi Indonesia adalah:

  • Reputasi internasional – Publikasi di jurnal Scopus meningkatkan kredibilitas peneliti di tingkat global.
  • Kewajiban akademik – Banyak perguruan tinggi mensyaratkan publikasi Scopus untuk kelulusan S3 atau kenaikan jabatan fungsional.
  • Dukungan akreditasi – BAN-PT dan Kemendikbud Ristek menggunakan publikasi Scopus sebagai indikator kualitas perguruan tinggi.
  • Akses literatur global – Jurnal Scopus memberi peluang kolaborasi penelitian dengan akademisi internasional.

Baca Juga: Jurnal Scopus PDF

Cara Mencari Jurnal Scopus

Cara Mencari Jurnal Scopus

Berikut ini adalah salah satu di beberapa langkah praktis untuk mencari jurnal Scopus yang sudah sesuai dengan adanya bidang penelitian Anda.

1. Menggunakan Scopus Sources List

Langkah pertama adalah dapat mengunjungi sebuah laman resmi Scopus Sources List di scopus.com/sources. Fitur ini memungkinkan Anda menelusuri:

  • Nama jurnal dan penerbit
  • Kategori bidang ilmu
  • ISSN resmi
  • Tahun pertama terindeks
  • Indikator kualitas seperti SJR (Scimago Journal Rank)

2. Memanfaatkan SCImago Journal Rank (SJR)

Selain daftar resmi, Anda juga bisa menggunakan SCImago Journal Rank di scimagojr.com. SCImago memberikan informasi tambahan, seperti:

  • Quartile (Q1–Q4) – indikator kualitas jurnal
  • H-index jurnal – mengukur produktivitas dan dampak sitasi
  • Negara penerbit – berguna untuk mempertimbangkan konteks riset

Jurnal Q1 dan Q2 umumnya memiliki reputasi lebih tinggi, sedangkan Q3 dan Q4 cocok untuk penulis pemula yang ingin mulai berpublikasi.

3. Menyesuaikan dengan Bidang Ilmu

Scopus juga sudah menyediakan adanya filter berdasarkan subject area. Misalnya:

  • Social Sciences → cocok untuk pendidikan, sosiologi, manajemen
  • Engineering → teknik, teknologi informasi, elektro
  • Health Professions → kedokteran, farmasi, keperawatan
  • Arts and Humanities → sastra, filsafat, sejarah

Pemilihan bidang yang tepat memastikan artikel yang sudah sesuai dengan adanya scope jurnal sehingga peluang diterima lebih tinggi.

4. Mengecek Kredibilitas Jurnal

Untuk menghindari adanya predatory journal, periksa hal-hal sebagai berikut:

  • Apakah jurnal tersebut terdaftar di Scopus Sources List?
  • Apakah memiliki ISSN resmi?
  • Siapa penerbitnya (misalnya Elsevier, Springer, Taylor & Francis, Wiley)?
  • Bagaimana proses peer review yang dijelaskan di situs jurnal?

5. Menggunakan Fitur Advanced Search

Jika memiliki akses institusi, gunakan adanya fitur Advanced Search yang ada di Scopus. Fitur kali ini memungkinkan peneliti mencari artikel relevan, lalu melacak jurnal yang paling sering menjadi target publikasi dalam topik tertentu.

Tips Memilih Jurnal Scopus yang Tepat

Tips Memilih Jurnal Scopus yang Tepat

Baca dengan teliti ruang lingkup (scope) dan panduan penulis (author guidelines). Artikel yang tidak sesuai dengan scope akan langsung ditolak meskipun kualitasnya bagus.

Cek Frekuensi Terbit

Cek Frekuensi Terbit

Jurnal yang sudah rutin terbit (misalnya empat kali setahun) menunjukkan adanya stabilitas dan sebuah profesionalisme.

Pertimbangkan Open Access

Pertimbangkan Open Access

Beberapa jurnal Scopus menerapkan Article Processing Charge (APC). Jika dana terbatas, pilih jurnal non-APC atau yang disubsidi institusi.

Analisis Tingkat Kesulitan

Analisis Tingkat Kesulitan

Jurnal dengan Impact Factor tinggi lebih sulit ditembus. Penulis pemula juga dapat memulai dengan jurnal Q3–Q4, kemudian menargetkan Q1–Q2 di tahap berikutnya.

Strategi Menulis Artikel agar Lolos Jurnal Scopus

Strategi Menulis Artikel agar Lolos Jurnal Scopus

Selain menemukan jurnal yang tepat, penulis juga harus menyiapkan artikel dengan kualitas sesuai standar internasional. Beberapa adanya strategi penting meliputi:

  • Fokus pada novelty – kontribusi baru dalam bidang penelitian.
  • Gunakan bahasa akademik yang jelas – hindari ambiguitas.
  • Sistematika penulisan – ikuti format IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
  • Manfaatkan reference manager seperti Mendeley atau Zotero untuk konsistensi sitasi.
  • Perbanyak rujukan jurnal internasional terkini agar artikel relevan dengan diskursus global.

Kesimpulan

Mencari jurnal Scopus membutuhkan strategi yang sistematis. Mulailah dari Scopus Sources List atau SCImago Journal Rank, sesuaikan dengan bidang ilmu, dan pastikan jurnal tersebut kredibel serta sesuai dengan tema riset Anda.

Dengan pemilihan jurnal yang tepat serta penulisan artikel yang mengikuti standar internasional, peluang untuk diterbitkan di jurnal Scopus akan semakin besar.

error: Content is protected !!