Bagi banyak akademisi, dosen, mahasiswa pascasarjana, maupun peneliti, bisa menembus jurnal Scopus adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.
Publikasi di jurnal terindeks Scopus bukan hanya soal prestise, tapi juga soal peluang.
Mulai dari pengakuan secara akademik, kelancaran dalam pengajuan hibah, hingga syarat kenaikan jabatan fungsional—semuanya makin terbuka lebar jika kamu punya karya yang terbit di sana.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana sebenarnya cara submit jurnal ke Scopus? Banyak orang mengira cukup sekadar kirim email ke redaksi, padahal prosesnya jauh lebih teknis dan menuntut persiapan yang matang.
Artikel ini akan membimbingmu lewat setiap tahapnya—dengan gaya yang ringan, jelas, dan tentunya mudah kamu pahami.
Baca Juga: Jasa Publikasi Jurnal Scopus
Cara Submit Jurnal Scopus

Pertama-tama, penting untuk meluruskan satu hal: Scopus bukan nama jurnal. Scopus adalah sebuah pangkalan data besar yang dikelola oleh Elsevier, berisi ribuan jurnal ilmiah dari seluruh dunia.
Jadi, saat seseorang bilang “submit jurnal ke Scopus”, yang dimaksud adalah mengirimkan artikel ke jurnal yang sudah terindeks oleh Scopus.
Makanya, kamu nggak bisa asal kirim artikel ke jurnal internasional lalu berharap langsung muncul di Scopus.
Kamu harus memastikan dulu bahwa jurnal tersebut memang sudah terdaftar di database Scopus.
1. Mulai dari Naskah yang Solid
Sebelum berpikir soal pengiriman, pastikan kamu punya naskah yang benar-benar siap tanding di level internasional.
Naskahmu harus orisinal, berbasis penelitian yang kuat, dan ditulis dalam bahasa Inggris akademik.
Kalau kamu belum terlalu percaya diri dengan kemampuan menulismu dalam bahasa Inggris, ada baiknya memakai jasa proofreading atau translator profesional, terutama dari penutur asli.
Struktur tulisan juga harus rapi. Biasanya, jurnal internasional akan mengharuskan format yang terdiri dari judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta referensi.
Referensinya pun sebaiknya berasal dari sumber-sumber yang kredibel, dan kalau bisa, dari jurnal yang juga terindeks Scopus agar naskahmu makin kuat.
2. Menentukan Jurnal Tujuan
Setelah naskahmu siap, langkah berikutnya adalah memilih jurnal yang tepat. Ini nggak bisa dilakukan asal-asalan.
Jurnal yang kamu pilih harus relevan dengan topik penelitianmu dan berada dalam cakupan keilmuan yang sama.
Kamu bisa mencari jurnal yang sesuai lewat situs seperti Scimago Journal Rank (SJR) atau fitur Journal Finder dari Elsevier.
Di sana, kamu bisa melihat peringkat jurnal berdasarkan kuartil (Q1 sampai Q4), bidang keilmuan, hingga topik khusus yang mereka terima.
Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah bagian “Aims and Scope” dari jurnal tersebut. Di situlah dijelaskan apa saja topik yang mereka prioritaskan.
Kalau naskahmu di luar cakupan itu, besar kemungkinan akan langsung ditolak, bahkan sebelum masuk ke tahap review.
3. Persiapan Dokumen Pendukung
Proses submit jurnal tidak hanya soal mengunggah artikel utama. Kamu juga akan diminta menyiapkan beberapa dokumen pelengkap seperti surat pengantar atau cover letter, pernyataan orisinalitas, hingga ethical statement—terutama jika penelitianmu melibatkan manusia atau hewan.
Cover letter biasanya berisi penjelasan singkat tentang naskahmu, kontribusinya terhadap bidang ilmu tertentu, dan alasan kenapa jurnal tersebut menjadi pilihanmu.
Meskipun terlihat formal, bagian ini penting karena akan menjadi kesan pertama bagi editor.
4. Proses Submit Secara Online
Setelah semua dokumen siap, kamu tinggal submit naskahmu melalui sistem online yang digunakan oleh jurnal tujuan.
Sebagian besar jurnal menggunakan platform seperti Editorial Manager atau ScholarOne.
Di tahap ini, kamu akan diminta mengisi data-data seperti nama penulis, institusi, judul artikel, abstrak, hingga mengunggah file naskah dan dokumen pelengkap tadi.
Setelah proses submit selesai, kamu akan menerima konfirmasi lewat email yang menyatakan bahwa naskahmu sudah masuk ke sistem.
Di email itu juga biasanya ada nomor ID artikel yang bisa kamu gunakan untuk memantau proses selanjutnya.
5. Menunggu dan Menghadapi Review
Ini adalah tahap yang paling bikin deg-degan: proses review. Setelah melalui pengecekan awal oleh editor, naskahmu akan dikirim ke reviewer ahli untuk dinilai lebih dalam.
Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada jurnalnya.
Ada tiga kemungkinan hasil dari proses ini. Jika naskahmu dianggap sangat baik, kamu bisa langsung diterima. Tapi kasus seperti ini cukup jarang.
Lebih umum, kamu akan diminta melakukan revisi—baik minor maupun mayor. Atau, dalam kasus terburuk, naskahmu bisa ditolak.
Kalau diminta revisi, jangan langsung down. Itu artinya naskahmu masih punya peluang besar untuk diterima, asalkan kamu bisa menjawab semua komentar reviewer dengan baik.
Biasanya kamu akan diminta mengirim response letter yang menjelaskan revisi apa saja yang telah kamu lakukan berdasarkan masukan yang diberikan.
6. Naskah Diterima dan Dipublikasikan
Setelah revisi diterima, kamu akan mendapatkan acceptance letter—tanda bahwa naskahmu resmi diterima untuk dipublikasikan.
Beberapa jurnal menerbitkan artikel secara early access terlebih dahulu, artinya naskahmu akan tersedia secara online meski belum masuk ke edisi cetak atau volume tertentu.
Setelah artikelmu tayang, kamu bisa mengeceknya langsung di database Scopus. Masukkan judul artikelmu di kolom pencarian, dan jika muncul, itu artinya naskahmu telah resmi masuk dalam indeks Scopus.
Penawaran Eksekutif layanan penerbitan Jurnal Internasional SCOPUS Q4, Q3, Q2 dan Q1 semua Bidang Ilmu.

Belakangan ini masih banyak akademisi khususnya dosen dan mahasiswa yang belum mengetahui cara publikasi jurnal SCOPUS dan berapa harga normal penerbitan jurnal Scopus. Mereka pikir itu sangat mahal.
Silahkan bisa download: Langkah Publikasi Jurnal Internasional
Namun, perlu diketahui bahwa harga tergantung pada peringkat dan reputasi jurnal. Oleh karena itu, tidak semua publikasi jurnal Scopus ini mahal.
Kita semua tahu bahwa ada banyak jurnal terkenal dari Scopus dan Thomson (WoS) yang tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk diterbitkan.
Tapi perlu diketahui, bahwa jurnal Scopus yang gratis, proses reviewnya biasanya super ketat dan bisa 1-2 tahun. Dan itu juga kalau naskah bapak/ibu di accepted oleh publisher.
Oleh karena itu, jika Anda ingin naskah Anda cepat diterbitkan di accepted (LoA) dan diterbitkan di jurnal Scopus, Anda membutuhkan layanan penerbitan jurnal Scopus yang berkualitas, terpercaya dan pasti terbit.
Kini kami Al-Makki Publisher hadir untuk menjadi solusi terbaik bagi publikasi jurnal ScopusBapak/Ibu Q4, Q3, Q2 dan Q1. Terutama bagi rekan-rekan sesame akademisi, antara lain dosen, mahasiswa, peneliti, dokter dan guru.
Kami juga memiliki Jurnal yaitu Journal of Social Science (https://joss.al-makkipublisher.com/index.php/js/index) yang telah berindeks Internasional ICI Copernicus, EBSCO, Dimension dan Google Scholar dan Sudah ada Penulis dari 2 (dua) negara India dan Indonesia. Silahkan bisa terbitkan juga naskah terbaik Bapak/Ibu kepada kami.

Benefit yang kami berikan kepada Bapak/Ibu dalam proses layanan penerbitan Jurnal Scopus:
- Editing Naskah
- Proofreading
- Layouting
- Translate
- Jaminan Terbit
- Harga Terjangkau
- Free ID Orchid
- Report Progress 1 Mingguan
Pendampingan setiap bulan kami hanya menerima 15 SLOT/Tahun. Hari ini tersisa hanya 2 SLOT lagi. Silahkan ambil kesempatannya.
Jika naskah Anda belum lengkap, kami juga siap melengkapi dan menyempurnakan naskah Anda untuk memenuhi standar publikasi jurnal Scopus. Kami juga bisa memberikan layanan pembuatan naskah Bapak/Ibu.

Kesimpulan
Menembus jurnal Scopus memang butuh usaha ekstra, tapi hasilnya sebanding. Proses submit-nya tidak bisa dianggap enteng—mulai dari menyiapkan naskah, memilih jurnal yang tepat, hingga melewati tahapan review yang menegangkan.
Tapi selama kamu disiplin, sabar, dan terus belajar dari prosesnya, publikasi di jurnal Scopus bukan hal yang mustahil.
FAQ
Biaya publikasi jurnal Scopus bervariasi, tergantung pada peringkat Quartile jurnal dan kebijakan jurnal. Biaya publikasi jurnal Scopus bisa berkisar dari Rp 3 juta hingga Rp 75 juta per artikel.
Publikasi jurnal scopus ada yang berbayar dan gratis. Jika ingin publikasi jurnal scopus gratis, maka seseorang akan melewati proses review yang cukup ketat, mungkin akan memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun lamanya.
Berdasarkan informasi di bawah ini, kebanyakan jurnal terindeks Scopus memerlukan waktu minimum tiga bulan untuk menerbitkan artikel. Ada yang mengatakan paling cepat 3 atau 4 minggu.










Leave a Reply