Halo sobat Al-Makki Publisher! 👋 Dalam dunia akademik, artikel ilmiah menjadi salah satu bentuk karya tulis yang paling penting.
Bukan hanya sebagai syarat kelulusan atau publikasi, tetapi juga sebagai kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Bagi mahasiswa, dosen, ataupun peneliti, memahami struktur dan cara penulisan artikel ilmiah adalah bekal utama dalam dunia kepenulisan akademik.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap mulai dari pengertian artikel ilmiah, metode penelitian yang biasa digunakan, hingga langkah-langkah penulisannya.
Apa Itu Artikel Ilmiah?

Artikel ilmiah adalah tulisan yang disusun berdasarkan hasil penelitian atau kajian ilmiah tertentu dengan mengikuti kaidah akademik yang berlaku.
Artikel ini biasanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, baik yang berskala nasional maupun internasional.
Tujuannya adalah untuk menyampaikan temuan atau gagasan kepada masyarakat akademik agar dapat digunakan, dikembangkan, atau bahkan diuji ulang dalam penelitian selanjutnya.
Yang membedakan artikel ilmiah dengan jenis tulisan lainnya adalah karakteristiknya yang objektif, sistematis, logis, serta berbasis data dan teori yang sudah teruji.
Artikel ilmiah tidak memuat opini pribadi yang tidak didukung bukti ilmiah. Setiap argumen yang dikemukakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Selain itu, artikel ilmiah umumnya memiliki struktur baku, mulai dari abstrak, pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan dan daftar pustaka.
Struktur ini membantu pembaca memahami alur logika dan proses penelitian yang dilakukan penulis.
Baca Juga: Contoh Format Artikel Ilmiah
Metode Penelitian dalam Artikel Ilmiah

Dalam penulisan artikel ilmiah, pemilihan metode penelitian menjadi hal yang sangat krusial. Metode inilah yang menentukan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh.
Secara umum, metode penelitian dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu kualitatif dan kuantitatif.
Namun, ada pula metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan keduanya.
1. Penelitian Kuantitatif
Metode ini menggunakan data berupa angka dan analisis statistik. Cocok digunakan ketika peneliti ingin mengukur seberapa besar hubungan antar variabel, menguji hipotesis, atau membuat generalisasi dari suatu populasi.
Alat ukurnya bisa berupa kuesioner, survei, atau eksperimen dengan sampel besar.
2. Penelitian Kualitatif
Berbeda dengan kuantitatif, penelitian ini lebih fokus pada makna, pengalaman, dan pemahaman mendalam terhadap suatu fenomena.
Data yang dikumpulkan biasanya berupa wawancara, observasi, atau studi dokumen.
Penelitian kualitatif cocok digunakan untuk menjawab pertanyaan “mengapa” atau “bagaimana”.
3. Metode Campuran (Mixed Methods)
Dalam beberapa kasus, peneliti menggabungkan kedua pendekatan di atas untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.
Metode ini menjadi semakin populer dalam penelitian sosial karena mampu memberikan gambaran menyeluruh baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pemilihan metode tidak bisa sembarangan. Peneliti harus menyesuaikan dengan tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, serta pendekatan analisis yang relevan.
Dalam artikel ilmiah, metode penelitian harus dijelaskan secara detail agar pembaca dapat menilai validitas proses penelitian tersebut.
Cara Penulisan Artikel Ilmiah

Menulis artikel ilmiah membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan pemahaman mendalam terhadap topik yang diangkat.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu ikuti dalam menulis artikel ilmiah yang baik dan sesuai standar akademik:
1. Tentukan Topik dan Rumusan Masalah
Langkah pertama adalah memilih topik yang relevan dan menarik untuk diteliti.
Topik yang baik adalah topik yang memiliki kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan memiliki ruang untuk diteliti lebih lanjut.
Setelah itu, rumuskan masalah yang ingin dijawab melalui penelitianmu.
2. Tinjauan Pustaka
Bagian ini berisi kajian terhadap penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang kamu angkat.
Tujuannya untuk menunjukkan posisi penelitianmu dalam konteks keilmuan yang lebih luas.
Tinjauan pustaka juga membantu menghindari duplikasi serta memperkuat landasan teoritis artikelmu.
3. Penulisan Metode Penelitian
Di bagian ini, jelaskan jenis penelitian yang kamu gunakan, populasi dan sampel (jika ada), teknik pengumpulan data, serta metode analisis data.
Semakin detail metode dijelaskan, semakin kredibel artikelmu di mata pembaca.
4. Penyajian Hasil dan Pembahasan
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, sajikan hasilnya secara sistematis. Hindari menyajikan data mentah terlalu banyak.
Gunakan tabel atau grafik jika diperlukan. Lalu, bahas hasil tersebut dengan mengaitkannya pada teori atau hasil penelitian sebelumnya.
Di sinilah kamu menunjukkan kemampuan analisis kritis terhadap data.
5. Simpulan dan Saran
Tuliskan simpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah awal. Simpulan harus jelas, padat, dan berdasarkan hasil analisis.
Jika perlu, kamu bisa menambahkan saran untuk penelitian selanjutnya atau implikasi praktis dari hasil penelitianmu.
6. Daftar Pustaka
Cantumkan semua sumber yang kamu kutip dalam artikel, baik buku, jurnal, maupun sumber online yang kredibel.
Gunakan gaya sitasi yang sesuai dengan ketentuan jurnal tempat kamu akan mengirimkan artikel, seperti APA, MLA, atau Chicago.
7. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak adalah ringkasan dari keseluruhan isi artikel, biasanya antara 150–250 kata.
Tulis secara ringkas namun informatif, mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
Jangan lupa sertakan kata kunci (keywords) untuk memudahkan artikelmu ditemukan oleh mesin pencari.
Penutup
Menulis artikel ilmiah memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dikuasai.
Dengan memahami apa itu artikel ilmiah, memilih metode penelitian yang tepat, dan mengikuti tahapan penulisan dengan baik, kamu bisa menghasilkan tulisan yang tidak hanya layak publikasi, tapi juga memberikan dampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
FAQ
Ada berbagai macam jenis karya ilmiah, seperti makalah, artikel, laporan akhir, naskah publikasi, skripsi, tesis, disertasi serta laporan penelitian.
Contoh penelitian ilmiah primer meliputi eksperimen laboratorium, lapangan, dan alam , sedangkan contoh penelitian ilmiah sekunder meliputi meta-analisis, tinjauan sistematis, dan tinjauan. Eksperimen laboratorium dianggap sebagai jenis penelitian ilmiah yang paling ‘ilmiah’.
Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi ‘dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.










Leave a Reply